Kesehatan

Apakah Gejala Awal Ulkus Duodenum dan Penanganannya? Inilah Jawabannya

Pernahkah Anda merasakan nyeri disertai rasa terbakar di area ulu hati disertai mual juga perut kembung? Jika sering mengalami hal ini, maka berhati-hatilah karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal ulkus duodenum.

Kondisi tersebut sering dialami oleh beberapa orang, khususnya yang sudah berusia lanjut. Selain itu, seseorang yang punya tingkat stres tinggi berisiko mengalaminya. Faktanya, ulkus duodenum adalah luka di usus 12 jari yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Untuk mengatasinya, diperlukan pemeriksaan secara medis sejak dini agar pengobatannya tuntas.

Gejala Awal Ulkus Duodenum

Seperti yang diungkapkan di atas, rasa nyeri seperti terbakar yang ditimbulkan di ulu hati disertai mual dan perut kembung adalah gejala awal adanya luka di usus 12 jari. Gejala dari ulkus duodenum tersebut adalah yang utama. Kemunculan gejala tersebut bisa jarang dan hanya sesekali saja, kemudian sering terjadi saat perut sedang dalam keadaan kosong.

Timbulnya rasa nyeri saat perut kosong ini akan hilang setelah makan karena perut sudah terisi. Dilansir dari honestdocs.id, hal tersebut sesuai dengan pola pain-food-relief yang menyatakan bahwa rasa nyeri timbul saat lambung kosong, kemudian menghilang setelah terisi makanan atau alkali. Sebagaian besar orang yang menderita ulkus duodenum biasanya akan merasakan nyeri saat hari menjelang siang.

Gejala lain ulkus duodenum yang diidentifikasi setelah ada luka di usus 12 jari adalah tubuh terasa lemas, perut terasa kembung, sering mual juga muntah, mengalami penurunan nafsu makan, timbul rasa terbakar di ulu hati atau heartburn, serta mengalami kesulitan untuk bernapas. Kondisi ini bisa semakin parah jika tidak segera ditangani. Pemeriksaan secara medis sangat membantu mengatasi kondisi ini.

Faktor Pemicu Timbulnya Gejala

Dialaminya luka di area usus 12 jari bisa disebabkan oleh berbagai hal. Sebagian besar kasusnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri H. pylori. Selain itu, penyebab lainnya adalah berupa pemakaian obat anti inflamasi yang berlebihan ataupun dalam jangka panjang, pemakaian obat steroids, dan mengalami stres yang tak terkendali.

Faktor pemicu lain seseorang mengalami ulkus duodenum adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol yang berlebihan, merokok, mengonsumsi kafein berlebihan, diet yang tinggi garam, dan mengonsumsi makanan pedas. Faktor usia juga sangat memengaruhi karena risiko seseorang mengalami luka di usus 12 jari semakin besar saat menginjak usia di atas 70 tahun.

Penanganan Penderita Ulkus Duodenum

Berbagai gejala awal sangat perlu diketahui oleh setiap orang sebagai bekal kesadaran mengenai luka yang timbul di usus 12 jari. Kesadaran mengenai gejala awal ini sangat membantu dalam menangani suatu gangguan kesehatan tubuh. Gejala awal ulkus duodenum yang harus disadari adalah rasa nyeri di ulu hati disertai mual dan perut kembung.

Sebelum memeriksakannya ke dokter, kondisi tersebut dapat ditangani dengan cara minum susu dan mengonsumsi makanan. Minum obat antasida juga mampu mengurangi nyeri, tetapi nyeri bisa kembali timbul setelah 2 atau 3 jam setelahnya. Perlu diketahui dan diingat, konsumsi obat-obatan tersebut hanya bisa diberikan jika penyebab ulkus duodenum sudah diketahui.

Jadi, setelah nyeri mereda karena ditangani dengan minum atau makan, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari rasa nyeri tersebut. Setelah dokter mendiagnosis dan menyatakan positif mengalami luka di usus 12 jari, dokter juga akan mengetahui penyebab pastinya. Pengobatan ulkus duodenum juga disesuaikan dengan penyebabnya, sehingga bisa tepat.

Apabila ulkus peptikum tidak disebabkan infeksi H. pylori, maka dokter akan memberikan Proton Pump Inhibitor (PPI), H2RA, dan antasida. Akan tetapi, apabila ulkus duodenum yang terjadi adalah disebabkan infeksi bakteri H. pylori, pengobatan yang diberikan berupa obat antibiotik, di antaranya adalah amoxicillin, metronidazole, tinidazole, clarithromycin, tetracycline, dan levofloxacin.

 

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

www.halodoc.com

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

lifestyle.okezone.com

hellosehat.com

aladokter.com

 

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*